Senin, 12 Mei 2025

Yang Kita Miliki, Mungkin Sedang Didoakan Orang Lain




Beberapa waktu lalu, aku menyempatkan waktu sejenak untuk berjalan bersama keluarga. Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, rasanya seperti dapat napas baru. Bukan karena tempatnya mewah, bukan pula karena liburannya panjang. Tapi karena bisa bersama mereka, dalam kondisi sehat, lengkap, dan saling menguatkan.


Seringkali kita lupa, sibuk menghitung apa yang belum dimiliki. Padahal, hal-hal yang saat ini kita anggap “biasa” justru sedang diperjuangkan atau bahkan hanya menjadi mimpi bagi orang lain.


Anak-anak yang sehat, pasangan yang hadir, rumah yang hangat, bahkan tubuh yang masih mampu berdiri—semuanya bukan hal kecil. Mereka adalah anugerah yang terlalu mudah terlewatkan jika kita terlalu fokus pada kekurangan.


Dalam perjalanan singkat itu, aku belajar bahwa merasa cukup adalah latihan hati. Bahwa dunia ini terlalu bising jika kita terus mengukur hidup dari apa yang belum kita punya. Karena bisa jadi, yang saat ini ada dalam genggaman kita... sedang diam-diam diinginkan oleh orang lain dalam doa malamnya.


Jadi, hari ini—sebelum lelah menyapa terlalu dalam—mari belajar bersyukur. Untuk waktu yang kita miliki. Untuk orang-orang yang hadir. Untuk hari yang masih bisa kita peluk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita di Balik Hampers: Kecil Kemasannya, Besar Maknanya

Setiap Lebaran tiba, dapur Mamaken berubah jadi "pabrik kecil" yang penuh aroma kue dan semangat berbagi. Tahun ini, hampers yang ...